Liburan sekolah menjelang kuliah seringkali di manfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti tamasya ataupun kegiatan lainnya. Demikian juga yang dilakukan oleh keluargaku dari Depok, yaitu: Febri, Ria, Dhea, Monic, Chakra, dan aku sendiri Yoga
Semua berawal dari ajakan aku sejak kecil ingin mencari pengalaman baru, untuk mendaki gunung, benar gunung bukan bukit lhoo ya. Kami sekeluarga memutuskan untuk mendaki Gunung salak, dan berangkat tanggal 7-9 Mei 2016 lalu.
Pertama kami kumpul di rumahku, seminggu sebelum kita tentukan tanggal untuk keberangkatan, kami sibuk mempersiapkan segala hal mulai dari logistic, kelengkapan, informasi cuaca, dsb. Yang tidak pnya peralatan meminjam, adapula yang rela menabung untuk keperluan dalam mendaki tersebut. Setelah semuanya sudah kumpul kemudian kita checking lagi barang bawaan; seperti peralatan mandi, tenda, maupun perlengkapan pribadi setiap individu, setelah semua beres kita lanjut berdo’a bersama untuk berangkan menuju taman nasional halimun salak.
Kami memulai perjalanan kurang lebih jam 09:00, tranportasi kami bagi 2. Untuk peempuan menggunakan mobil, dan saya dengan Chakra menggunakan vespa. Setelah 4 jam perjalanan akhirnya kami sampai di taman nasional halimun salak. Yang akan kami lewati untuk mendaki adalah jalur pasir reungit, agar sampai kesana kami harus melawati trek bebatuan, dan tanjakkan terjal sekali. Sesampainya di sana , kami mendapat pengarahan singkat dari tim SAR disana, sekalian kita mengurus pendaftaran atau simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi).
Kami semua memutuskan untuk mendaki setelah waktu ashar, jam 16.00. sebelum kami memulai perjalanan, kami melakukan do’a dahulu agar semua yang kita lakukan sampai 3 hari kedepan tidak terjadi apa – apa, dan selalu dalam lindunganNYA. Ketika 10 menit pertama kami mendaki si Dhea terlihat pucat, dan kami memberi aba - aba agar semua berhenti, setelah itu kita buat dia rileks dan kami beri makanan sejenis coklelat agar staminanya kembali lagi, maklum kami semua pemula jadi kaget – kaget dikit kalau harus berjalan di medan bebatuan dan menanjak seperti ini. Perjalana pertama jalan sudah berbatu, sedikit landau, dan banyak nanjaknya heheh. Hingga kita bertemu dengan persimpangan. Kalian dapat memilih kanan untuk mengikuti jalur bebatu, ataupun lurus untuk melewati air terjun. Setelah 4 jam lamanya kami berjalan kami mencium bau belerang yang menandakan bahwa kami dekat atau berada di kawah ratu, ya benar saja. Akhirnya kami mudur kurang 100m kebelakang untuk mencari spot untuk mendirikan tenda. Masing – masing individu di melakukan tugasnya sendiri, ada yang mendirikan tenda, mempersiapkan makan malam, ada yang membenahi peralata, dsb. Setelah tendanya selesai terpasang, makan malam pun sudah tersaji kami bercengkrama, bersua, saling sharing di dalam tenda walaupun terkadang ada yang diluar untuk menghirup udara segar. Di saat itupun kami semua membahas apa kegiatan esok pagi, ya semua ingin melanjutkan pendakian ini sampai ke puncak gunung salak.
Besok harinya, beberapa orang bangun lebih awal pukul 06:00, beberapanya pun masih lelap tertidur. Kemudian kami bangunkan mereka yang masih tertidur, setelah semuanya sudah di pastikan bangun kami semua melihat lokasi kawah ratu yang kebetulan dekat dengan lokasi tenda kami. Ucapan kalimat syukur terhadap semua ini terus bergumam di bibir kita semua. Setelah kiranya sudah cukup memanjakan mata, sekitar jam 06:30 kita packing untuk melanjutkan perjalanan dan sekalian sarapan pagi. Saya dan chakra merapihkan tenda dan perempuannya merapihkan carrier serta membuat makanan untu sarapan pagi. Pukul 08:30 kami sudah beberes semuanya. Kamipun berdo’a untuk melanjutkan perjalanan, setelah 1 jam kami berjalan dan beberapa teman masih tertinggal jauh, saya dan chakra menunggu di bukit setelah kawah ratu dan melihat medan yang telah kami lalui, wah gila sih parah! Di samping itu sepatu saya, dan dhea mengalami masalah, yaitu jebol. Setelah semua kumpul semua, kami mengambil keputusan yang baik dan tepat. Akhirnya pukul 13:00 kami mengambil kesimpulan untuk berhenti, tidak melanjutkan perjalanan ke puncak gunung salah. Bersamaan dengan itu, kami sekalian turun bergerylia, merayap turun perlahan dengan kaki saya tanpa sepatu, dan Dhea tetap menggunakan sepatunya yang jebol. Hendak berhenti sejenak di kawah ratu untuk kembali berfoto – foto, setelah itu melanjutkan perjalan lagi sambil sesekali berhenti untuk rehat sejenak dan pastinya tak luput berfoto – foto.
Setelah 3 jam perjalanan melewati bebatuan dan medan yang berat, seperti pohon tumbang, berjalan di bibir jurang. sesampainya di pos pendaftaran sekitar jam 16:00 WIB kami langsung melakukan shalat, selepas shalat kami beristirahat sejenak, dan mengobrol tentang gunung salak dengan orang setempat. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 17:00 akhirnya kami bergegas untuk pulang kerumah masing – masing.
Ragil Yoga Mahendra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar